Hotline: 031-72086999, 081234 49 7777, 081 5520 5033 | E-Mail:

Mobil Keluarga yang Fleksibel

21 April 2010

 

 Mobil Keluarga yang Fleksibel

 Mobil keluarga jenis Multi Purpose Vehicle (MPV) masih menjadi primadona di Indonesia. Konsumen paling suka mobil keluarga yang mampu memuat banyak penumpang. Setiap tahun, penjualan mobil MPV selalu mendominasi angka penjualan dibanding mobil jenis lain

Penjualan MPV non bulit up atau hasil rakitan dalam negeri di 2007, menguasai 65 persen pasar otomotif nasional. Total penjualan mobil MPV mencapai 434.000 unit. Sepanjang 2008, volume pasar kendaraan MPV ( tujuh seater) mencapai 67.137 unit, naik 21,9 persen dibanding realisasi 2008 yaitu 55.096 unit. Khusus, pasar low MPV pada 2008 tercatat 164.049 unit, melonjak 32,4% dibandingkan dengan 2007.

Selama ini, MPV buatan Jepang masih mendominasi pasar MPV. Melihat peluang ini, produsen mobil Eropa pun tergiur merasai manisnya berdagang mobil MPV. Salah satunya Volkwagen, pabrikan asal Jerman.

Volkswagen Touran, multipurpose vehicle (MPV) kompak yang menggunakan platform Golf generasi kelima, akan hadir di Indonesia, Juli mendatang bertepatan dengan Indonesia Motor Show (IIMS) 2009. MPV baru ini akan menghadapi persaingan ketat dari Nissan Serena, Honda Odyssey, Mitsubishi Grandis dan Toyota Kijang Innova.

Diluncurkan pada 2003 untuk memenuhi kekosongan dalam jajaran model Volkswagen, satu tingkat di bawah Sharan large MPV. Touran aslinya memiliki versi lima atau tujuh tempat duduk, tapi versi lima kursi tidak lagi tersedia di pasaran.

Pecinta otomotif tentunya bisa memperhatikan tampilan Touran dalam film The Fast And The Furious: Tokyo Drift, mobil yang dikemudikan Twinkie, karakter yang dimainkan Bow Wow. Nama 'Touran' berasal dari kombinas kata 'Tur' dan 'Sharan', MPV lebih besar VW. Di beberapa negara, seperti Jepang, mobil ini disebut Golf Touran.

Model ini bisa dianggap versi lebih luas dari Golf Plus, karena bagian depan memiliki ukuran yang sama. Bagian belakang Touran 200 mm (7,87 inci) lebih panjang. Karena itu memiliki tujuh tempat duduk, sedangkan Golf Plus cuma lima kursi. Touran berukuran panjang 4,405 meter, lebar 1,794 meter (minus spion luar), dan tinggi 1,635 meter.

Pilihan mesinnya sangat beragam, termasuk dua mesin bensin dan empat mesin diesel. Yaitu, 1.6 liter 102ps, 1.4 liter 140ps TSI, 1.9 liter 90ps dan 150ps TDI, dan 2.0 liter 140ps dan 170ps TDI. Yang terakhir dilengkapi DPF (Diesel Particulate Filter). Untuk pasar Asia, Touran akan menggunakan mesin berkapasitas 1.4 Liter agar harga jualnya tidak terlalu tinggi. Aslinya mesin berkapasitas 1.4 L dimiliki Golf GT.

Dengan menggunakan mesin berkapasitas 1.4 Liter, pajak yang dibayar PT Garuda Mataram Motor (GMM), agen tunggal pemegang merek Volkswagen di Indonesia, lebih rendah. Saat pertama kali dipasarkan di Eropa akhir 2007, mobil ini dibandrol 20.500 euro atau sekitar Rp 369 juta. Berapa harganya di Indonesia? "Kita masih belum mendapat lampu hijau dari principal di Jerman kapan kepastiannya kita luncurkan di Indonesia dan harga jualnya," ujar Manajer Penjualan Nasional PT GMM Jonas Chendana.

Tak perlu khawatir Touran akan kekurangan tenaga. Meski berkapasitas 1.4 Liter, mesin itu pilihan yang diperkuat twin charger (charger ganda): gabungan supercharger dan turbocharger. Pada putaran rendah, mesin Touran diperkuat supercharger dan pada putaran tinggi supercharger dimatikan dan langsung digantikan oleh turbocharger. Saat putaran mesin rendah kembali, turbocharger dimatikan dan digantikan supercharger kembali.

Baik supercharger dan turbocharger keduanya berfungsi meningkatkan performa mesin. Bedanya, supercharger digerakkan oleh kruk as (crankshaft), sedangkan turbocharger digerakkan oleh gas, yang sisa pembakarannya dibuang melalui knalpot. Dengan diperkuat supercharger dan turbocharger, tenaga dan torsi yang dihasilkan mesin 1.4 Liter setara dengan yang dihasilkan mesin 2.0 Liter. Konsumsi bahan bakarnya 13,9 kilometer per liter.

Touran menjadi mobil pertama Volkswagen yang dilengkapi Park Assist, sistem bantu parkir. Fitur optional ini membantu mobil parkir secara otomatis dengan bantuan sensor ultrasonic di depan dan belakang untuk mendeteksi ruang parkir yang tersedia.

Sumber :  TEMPO Interaktif